Bukalah Mata Hatimu SBY.....!!!

Sebelumnya saya minta maaf jika ternyata tulisan ini menyinggung beberapa pihak yang terkait. Saya hanya ingin berusaha mengetuk pintu hati saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air untuk mencermati dinamika politik dan sosial kemasyarakatan yang berkembang pada saat ini.

Partai Demokrat sebagai pemegang mandat dalam menjalankan roda pemerintahan sesuai amanat Pemilu 2009 ternyata gagal dalam menciptakan kemajuan seperti yang kita cita-citakan bersama.
 
DR. H. Susilo  Bambang Yudhoyono sebagai simbol dari Partai tersebut dalam masa periode kepemimpinan yang kedua adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap segala kekisruhan ini. Sebagai putra terbaik bangsa yang oleh amanat Undang-undang telah diserahi tanggung jawab dalam "mengurusi" republik ini sepertinya lupa akan janji-janjinya yang telah gemilang meyakinkan rakyat dimasa lalu.

Ada 2 unsur pokok permasalahan yang ingin saya uraikan menurut versi saya dalam paparan ini, yaitu:
1. Isu pemberantasan korupsi dan penerapan supremasi hukum.
2. Isu SARA dan anarkisme/terorisme yang sering terjadi.

1. Isu pemberantasan korupsi dan penerapan supremasi hukum
SBY sebagai garda terdepan dalam proses pemberantasan korupsi telah berulang kali berusaha meyakinkan publik bahwa beliau akan menjadi aktor terdepan yang akan mengangkat bendera perang terhadap para koruptor. Saya ingin bertanya kepada anda, apakah itu masuk akal dalam tingkat implementasinya dilapangan?, jawaban saya adalah TIDAK.
Bentuk sederhananya adalah begini, Korupsi adalah sebuah perbuatan pelanggaran hukum yang sangat menyakiti hati nurani rakyat karena mengambil uang rakyat yang seharusnya dapat digunakan untuk kesejahteraan bersama menjadi milik pribadi atau kelompok.  Pertanyaannya adalah begini, adakah orang di negara ini yang tidak hidup dengan korupsi?, SBY dan para "tetua-tetua" bangsa yang seolah-olah merasa bersih, tidak kah mereka juga berasal dari rezim Suharto?, apakah mungkin mereka bisa bertahan sebersih itu pada masa lalu?. Kita telah dibohongi oleh mereka semua. Semangat reformasi 1998 yang begitu "lugu" telah mengantarkan mereka menjadi "dewa penyelamat" bangsa yang baru. Tetapi lihat, apa yang diperoleh rakyat dan mahasiswa yang menjadi katalisator gerakan reformasi tersebut?, TIDAK ADA. Mereka telah memakai topeng baru dan menghapus semua kebusukannya dalam bentuk semangat reformasi. Siapa SBY dimasa lalu?, dia hanya bagian dari segelintir orang yang telah menikmati hidup indah pada masa kejayaan Suharto. Coba lihat nasib keluarga Elang, mahasiswa yang menjadi korban tragedi Trisakti, adakah yang menyadari bahwa SBY sendiripun takkan mungkin seberani dia untuk mengorbankan nyawanya demi reformasi walaupun dia adalah seorang tentara.

Friksi tersebutlah yang seolah telah melegitimasi SBY dalam mengumandangkan kalimat-kalimat indah tersebut ditelinga rakyat. Rakyat yang miskin telah menjadi objek politik di negara ini. Suatu ketika SBY pernah berkata bahwa dia tidak mau menginterpensi hukum di negara ini demi terwujudnya supremasi hukum. Lalu pertanyaannya adalah, mengapa beliau bisa begitu naif disaat belum adanya tindakan yang ril dalam memastikan seluruh aparatur penegak hukum telah melaksanakan tugasnya secara benar dan jujur. Maaf, tapi bagi saya itu hanya omong kosong. Polisi sangat tidak berpihak kepada rakyat rasanya itu wajar karena banyak dari mereka yang harus mengeluarkan uang saat ingin mendapatkan pekerjaan itu. Jaksa hanya membela kepentingan "orang berduit" rasanya juga wajar karena membela kepentingan orang miskin tidak akan dapat menyejahterakan diri mereka. Hakim juga tak lebih buruk dari mereka. Nah, apakah ini yang dinamakan SBY supremasi hukum?. Secara pribadi saya tidak menyangka kalau beliau senaif itu.

2. Isu SARA dan anarkisme/terorisme yang sering terjadi
Kita semua tahu bahwa agama adalah hak universal manusia yang dilindungi oleh Undang-undang dan konvensi PBB. Dahulu kita bangga sebagai bangsa yang majemuk, kita berhasil menanamkan toleransi antar umat beragama dalam segala aspek kehidupan kita. Tetapi sekarang sangatlah berbeda, sekelompok orang yang mengaku sebagai "utusan Tuhan" telah mengoyak kerukunan itu. Kita seperti hidup dalam keadaan yang penuh ketidakpastian. Dalam istilah mayoritas-minoritas kita mengenal dan menyadari akan adanya ketetapan bersama bahwa pihak mayoritas seharusnya berperan aktip dalam memberikan kenyamanan bagi kaum minoritas karena disanalah terletak keindahan dari kemajemukan tersebut.

Radikalisasi oleh sebagian kelompok masyarakat yang mengatasnamakan islam sangatlah memalukan disaat kita semua tahu bahwa Islam adalah agama yang damai. Kebencian mereka terhadap Amerika dan negara barat menjadikan kita sebagai target hidup dalam semua aksi mereka. Apa salah kita?, bukankah kita merupakan saudara sebangsa dan setanah air?, mengapa darah orang Indonesia yang harus menjadi korban? dan mengapa mereka menjadi begitu bodoh dengan mengikuti ajaran Noordin M. Top yang merupakan warga negara malaysia dan rela menghancurkan sendi-sendi kehidupan di negaranya sendiri?, dan apakah pernah Noordin M. Top menyerang Malaysia?, mengapa kita tidak menyadarinya kawan?.

0 Response to "Bukalah Mata Hatimu SBY.....!!!"

Post a Comment

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme