2011 Goldman Environmental Awards Winner: Prigi Arisandi (Indonesia)
Prigi Arisandi (born 1976) is an Indonesian biologist and environmentalist. He graduated in biology from the Airlangga University. He was awarded the Goldman Environmental Prize in 2011, for his efforts on reducing industrial pollution of the Surabaya River.
He initiated a local movement to stop industrial pollution from flowing into his city's river that provides drinking water to three million people.
When I was 10 years old, my father would throw me in the river and he would swim with me. It was a very happy time in my life. I could see the stones and the sand, and there were plenty of fish and wild animals. I started to notice the pollution in the early 1980s, a few years after manufacturing facilities and factories were built along the river. The river started to accumulate a layer of pulp and sediment; there was a bad odour, and dead fish would float on top.
“Lumpur Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie” (Resensi Buku)
Enam tahun sudah semburan panas lumpur Lapindo di Sidoarjo. Secara teknis, belum ada kemajuan yang berarti untuk menutup semburan lumpur ini, bahkan semakin luas wilayah yang terkenai dampak. Secara sosial-pun juga begitu. Ganti rugi yang terus dijanjikan oleh PT Lapindo Brantas Inc (LBI) melalui PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) juga tak kunjung jelas. Padahal korban Lapindo telah menderita cukup lama, bukan hanya karena tercerabut dari kebutuhan sosialnya tetapi juga aspek ekonominya.
Semangat keprihatinan ini yang melandasi penulis Ali Azhar Akbar, menuliskan buku “Lumpur Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie”. Mengingat karakteristik mayarakat kita yang meminjam istilah Ali Azhar bahwa masyarakat kita itu mudah lupa dan pemaaf, maka kehadiran buku ini tak hanya mengingatkan kembali masyarakat akan peristiwa Semburan Lumpur Lapindo dam dampaknya. Tetapi juga menyingkap adanya konspirasi atas penanganan lapindo termasuk adanya perampokan APBN yang dilakukan atas kerja sama korporat dengan birokrasi yang ia sebut dengan istilah kleptokorporatokrasi.
Semangat keprihatinan ini yang melandasi penulis Ali Azhar Akbar, menuliskan buku “Lumpur Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie”. Mengingat karakteristik mayarakat kita yang meminjam istilah Ali Azhar bahwa masyarakat kita itu mudah lupa dan pemaaf, maka kehadiran buku ini tak hanya mengingatkan kembali masyarakat akan peristiwa Semburan Lumpur Lapindo dam dampaknya. Tetapi juga menyingkap adanya konspirasi atas penanganan lapindo termasuk adanya perampokan APBN yang dilakukan atas kerja sama korporat dengan birokrasi yang ia sebut dengan istilah kleptokorporatokrasi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
















